Berisi Alkitab dan Renungan Harian Kristen

Kamis

Pelanggar Perjanjian

Dalam dunia kuno, perjanjian merupakan hal yang sangat serius. Ketika seseorang melanggar perjanjian, biasanya ia harus membayar dengan nyawanya.

Raja Zedekia mengikat perjanjian dengan segenap rakyat Yehuda yang ada di Yerusalem, bahwa mereka akan melepaskan semua budak Ibrani sehingga tidak ada lagi orang yang diperbudak saudaranya sendiri (8-9). Mereka semua awalnya melakukan apa yang sudah mereka janjikan. Tetapi, setelah itu mereka berbalik pikiran dan mengambil kembali budak-budak yang telah mereka lepaskan (10-11). Tuhan menjadi murka atas mereka dan menyatakan bahwa Ia akan menyerahkan umat ke tangan musuh mereka (17-20).


Dalam dunia kuno, ketika dua pihak mengadakan perjanjian, mereka akan memotong hewan menjadi dua, lalu meletakkannya di sisi kanan dan kiri, dan berjalan di antara potongan hewan tersebut. Hal ini juga dilakukan oleh para pemimpin dan segenap rakyat yang mengadakan perjanjian (18-19). Itu berarti mereka bersumpah: jika salah satu pihak melanggar janji, maka biarlah pihak itu menjadi terkutuk dan mati seperti hewan-hewan tersebut. Tidak mengherankan ketika para pemimpin dan rakyat melanggar perjanjian, Tuhan menjadi sangat murka, lalu menghukum mereka dengan cara membuang mereka ke negeri asing dan membiarkan Yehuda dihancurkan (21).


Alkitab kita disebut Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru karena cara Allah berelasi dengan umat-Nya adalah melalui perjanjian. Jika dalam PL perjanjian dilakukan dengan darah hewan, maka dalam PB Yesus melakukan perjanjian baru dengan mencurahkan darah-Nya sendiri (Luk. 22:19-20). Ketika kita mengaku percaya kepada Yesus Kristus dan menerima penebusan yang dilakukan dengan darah Yesus, kita menjadi umat perjanjian. Karena itu, kita harus hidup menaati hukum Tuhan dan tidak melanggarnya. Melanggar perjanjian merupakan hal serius di mata Tuhan.


Maka, sekarang katakanlah: "Tuhan, tolong aku supaya aku dapat menjadi orang yang memelihara perjanjianku dengan Tuhan." [INT]

Share:

Markus 4

 Perumpamaan tentang seorang penabur


1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.


2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:


3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.


4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.


5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.


6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.


7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.


8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."


9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"


10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.


11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,


12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."


13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?


14 Penabur itu menaburkan firman.


15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.


16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,


17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.


18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,


19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.


20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."


Perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran


21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.


22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.


23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"


24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.


25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."


Perumpamaan tentang benih yang tumbuh


26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,


27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.


28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.


29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."


Perumpamaan tentang biji sesawi


30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?


31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.


32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."


33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,


34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.


Angin ribut diredakan


35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."


36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.


37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.


38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"


39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.


40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"


41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Share:

Mazmur 32

 Kebahagiaan orang yang diampuni dosanya


1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!


2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!


3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;


4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela


5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela


6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.


7 Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela


8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.


9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.


10 Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia.


11 Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Share:

Kejadian 32

Yakub takut bertemu dengan Esau


1 Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia.


2 Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: "Ini bala tentara Allah." Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim.


3 Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah Seir, daerah Edom.


4 Ia memerintahkan kepada mereka: "Beginilah kamu katakan kepada tuanku, kepada Esau: Beginilah kata hambamu Yakub: Aku telah tinggal pada Laban sebagai orang asing dan diam di situ selama ini.


5 Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku menyuruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya aku mendapat kasihmu."


6 Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: "Kami telah sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan iapun sedang di jalan menemui engkau, diiringi oleh empat ratus orang."


7 Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan.


8 Sebab pikirnya: "Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput."


9 Kemudian berkatalah Yakub: "Ya Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu--


10 sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan.


11 Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya.


12 Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung."


13 Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu persembahan untuk Esau, kakaknya,


14 yaitu dua ratus kambing betina dan dua puluh kambing jantan, dua ratus domba betina dan dua puluh domba jantan,


15 tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai jantan.


16 Diserahkannyalah semuanya itu kepada budak-budaknya untuk dijaga, tiap-tiap kumpulan tersendiri, dan ia berkata kepada mereka: "Berjalanlah kamu lebih dahulu dan jagalah supaya ada jarak antara kumpulan yang satu dengan kumpulan yang lain."


17 Diperintahkannyalah kepada yang paling di muka: "Apabila Esau, kakakku, bertemu dengan engkau dan bertanya kepadamu: Siapakah tuanmu? dan ke manakah engkau pergi? dan milik siapakah ternak yang di depanmu itu? --


18 jawablah: milik hambamu Yakub; inilah persembahan yang dikirim kepada tuanku Esau, dan Yakub sendiripun ada di belakang kami."


19 Begitulah diperintahkannya baik kepada yang kedua maupun kepada yang ketiga dan kepada sekalian orang yang berjalan menggiring kumpulan hewan itu, katanya: "Seperti perkataanku tadilah kamu katakan kepada Esau, apabila kamu berjumpa dengan dia;


20 dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami." Sebab pikir Yakub: "Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik."


21 Jadi persembahan itu diantarkan lebih dahulu, tetapi ia sendiri bermalam pada malam itu di tempat perkemahannya.


Pergumulan Yakub dengan Allah


22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.


23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.


24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.


25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.


26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."


27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."


28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."


29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.


30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"


31 Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.


32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya. 

Share:

Senin

Hakekat Perempuan

 Penulis : Bagus Pramono


1. A. DASAR PENCIPTAAN PEREMPUAN 


Kejadian 1:26-28, 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."



Kejadian 2:18-24, 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.


HAWA


Pertama kali Adam menyebut Hawa sebagai ´isysa´ sebab ia diambil dari laki-laki (Kej 2:23). Dan kemudian Adam menyebutnya Hawa, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.


Allah mempunyai maksud dalam penciptaan Perempuan adalah sebagai "penolong yang sepadan". Apa maksud Allah mengambil "rusuk" bukan mengambil dari bagian kepalanya atau bagian dari kaki-nya? Jika diambil dari bagian kepala bisa jadi Perempuan akan berkuasa atas Adam. Dan jika diambil dari bagian kaki, Allah tidak merancangkan Perempuan sebagai tempat injakan laki-laki. Melainkan Perempuan adalah penolong yang "sepadan" bagi laki-laki. Allah sudah merencanakan sesuatu yang mulia. Allah tidak menempatkan kaum perempuan lebih rendah daripada laki-laki.


1.B . PERBEDAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN


1.B.1. FISIK


Kejadian 2:18-23. Laki-laki dan perempuan diciptakan dalam perbedaan fisik. Tujuan perbedaan ini adalah untuk saling melengkapi. Dalam perbedaan ini memberikan hasil untuk kelangsungan kehidupan, ini sudah didalam rancangan Allah :


Bentuk fisik antara laki-laki dan perempuan, kita semua sudah bisa membedakan. Dari perbedaan fisik tersebut Laki-laki dan perempuan mempunyai fungsi yang berbeda :


Fungsi Laki-laki : Memberikan benih Fungsi Perempuan : Memelihara pertumbuhan


Secara umum fisik laki-laki lebih kuat dibanding perempuan, ini melambangkan fungsinya sebagai pelindung.


1.B.2. TUNTUTAN BUDAYA


Tiap budaya dan jaman memiliki tuntutan yang berbeda-beda. Biasanya tuntutan seperti ini sudah diterapkan sejak mereka kecil. Untuk kebudayaan kita di Indonesia, Tuntutan masyarakat terhadap Laki-laki: laki-laki harus to be number one dalam persaingan. Berpikir secara strategi dan problem solver. Tuntutan masyarakat terhadap perempuan: orientasi relasional, melayani orang lain.


2.B.3. KEBUTUHAN


Seorang pria dan wanita pada dasarnya mempunyai kebutuhan yang berbeda karena Tuhan mencipta pria sebagai kepala dan wanita sebagai seorang penolong yang sepadan. Seorang pria akan sangat membutuhkan dihormati karena bernatur kepala, sehingga ketika ia tidak dihormati maka ia akan mengalami problematik psikologis, identitas dan akhirnya ia akan mengambil keputusan yang tidak beres. Justru ketika pria itu tidak dihormati, ia akan mengambil tindakan yang drastis terhadap isterinya. Namun jikalau istrinya dapat menghormatinya, ia akan maju dan isterinya akan sungguh-sungguh menikmati cinta kasih yang sejati.


Efesus 5:33, Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. Kolose 3:18-19, 3:18. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. 3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.


1.B.4. PERAN


Efesus 5:22-23, 5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.


Panggilan Allah bagi laki-laki adalah menjadi pemimpin: Head of the family, menjadi cerminan kasih Kristus kepada jemaat. Mendidik istri dan anak-anaknya untuk melakukan pekerjaan dengan bertanggungjawab. Servanthood, pelayanan dalam melayani istri dan keluarga.


Panggilan Allah terhadap istri adalah submissive/tunduk: Sebagai penolong yang sepadan, mengerjakan segala sesuatu sehingga suami bisa menjadi pemimpin yang baik.


1.B.5 GENDER


Gender berasal dari bahasa Latin, yaitu "genus", berarti tipe atau jenis. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.


PERBEDAAN SEKS DENGAN GENDER


Gender ditentukan oleh sosial dan budaya setempat, sedangkan seks adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan oleh Tuhan. Misalnya laki-laki memproduksi sperma dan memberikan benih, sementara perempuan mengalami menstruasi, bisa mengandung dan melahirkan serta menyusui.


INTERAKSI ANTAR GENDER


Hubungan gender ialah hubungan sosial antara laki-laki dengan perempuan yang bersifat saling membantu atau sebaliknya. Hubungan gender berbeda dari waktu ke waktu, dan berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lain, akibat perbedaan suku, agama, status sosial maupun nilai (tradisi dan norma yang dianut).


KETIDAK-ADILAN ATAS DASAR GENDER :


Ketidakadilan gender merupakan bentuk perbedaan perlakuan berdasarkan gender, seperti pembatasan peran, dan penindasan terhadap hak-haknya.


Bentuk-bentuknya adalah sebagai berikut :


- Marginalisasi (peminggiran) : Peminggiran terjadi dengan adanya asumsi perempuan lebih tidak mampu melakukan pekerjaan formal dibanding laki-laki.


- Subordinasi (penomorduaan): Perempuan dianggap lemah, tidak mampu memimpin, cengeng dan lain sebagainya, mengakibatkan perempuan ditempatkan menjadi nomor dua setelah laki-laki


- Stereotip (citra buruk) : Pandangan buruk terhadap perempuan. Misalnya perempuan yang pulang larut malam adalah pelacur, jalang dan berbagai sebutan buruk lainnya. Anehnya perlakuan ini juga dilakukan oleh sebagian besar kaum perempuan terhadap kaumnya sendiri.


- Violence (kekerasan), yaitu serangan fisik dan psikis. Perempuan adalah pihak paling rentan mengalami kekerasan. Perkosaan, pelecehan seksual atau perampokan contoh kekerasan paling banyak dialami perempuan.


Sebagian perempuan juga mempunyai beban kerja berlebihan, yaitu tugas dan tanggung jawab perempuan yang berat dan terus menerus. Misalnya, seorang perempuan selain melayani suami, hamil, melahirkan, menyusui, juga harus menjaga rumah, dan mengurus anak-anak. Disamping itu, kadang ia juga ikut mencari nafkah.


1.C. APAKAH PEREMPUAN SUMBER DOSA?


Kejadian 3:1-6 MANUSIA JATUH KE DALAM DOSA

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.


Sering kali perempuan (Hawa) dianggap sebagai biang keladi kejatuhan manusia dalam dosa. Jika demikian perempuan dianggap lebih bodoh daripada laki-laki, karena dengan mudah ditipu oleh ular. Ayat 1 mengatakan bahwa ular merupakan binatang yang paling cerdik.


Benarkah perempuan biang keladi terhadinya dosa mula-mula? A340ah Hawa itu manusia bodoh dan lemah sehingga gampang ditipu? Untuk menjawab pertanyaan ini timbul pertanyaan selanjutnya "di manakah laki-laki (Adam) saat perempuan (Hawa) sedang bercakap-cakap dengan ular?".


Bukankah yang menerima amanat larangan memetik buah pengetahuan akan yang baik dan yang jahat adalah Adam (laki-laki)? Disini Adam (laki-laki) tidak menempatkan dirinya menjadi pengemban amanat Allah. Adam hanya pasif. Ketika perempuan itu menyodorkan buah petikannya kepada laki-laki, ia langsung memakannya tanpa bertanya ini-itu. Padahal laki-laki tahu persis bahwa itu dilarang.


Allah memberikan teguran dan kutuk kepada Adam :


Kejadian 3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan 2perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:


Dosa yang fatal yang menyebabkan Adam terusir hanya karena "telinga" yang salah mendengar dan tidak mengkonfirmasikan ulang.


Sebaliknya perempuan digambarkan berperan aktif. Ini sesuai dengan keberadaannya yang sepadan dengan laki-laki (Kejadian 2:18-25). Perempuan itu dikisahkan sedang berdiskusi secara serius dengan ular. Mereka saling berargumentasi. Yang namanya berargumentasi tentunya menggunakan otak. Maka perempuan bukanlah sebagai makhluk yang bodoh. Karena dalam hal ini laki-laki tidak tampak peranannya. Namun tindakan ini mengakibatkan kesalahan fatal, karena Hawa berjalan sendiri tanpa Adam.


Dilain pihak, Laki-laki dalam hal ini bersikap "pasif" Adam hanya menunggu makanan yang dipersiapkan oleh perempuan. Ketika Allah meminta pertanggungan-jawab laki-laki itu malahan melempar kesalahan kepada perempuan. Jadi sebenarnya siapakah yang salah? Di sini sebenarnya bukan persoalan siapa yang bodoh atau siapa yang salah dan siapa yang teledor, karena bagaimanapun laki-laki dan perempuan diciptakan sepadan. Allah menghukum manusia bukan karena kesalahan perempuan saja, tetapi kesalahan manusia laki-laki dan perempuan.


Keduanya bersalah.


1.D. BERKAT BAGI PEREMPUAN


Akibat dosa, manusia terpisah dari Allah. Namun selanjutnya kitab Kejadian menulis bahwa benih perempuan akan meremukkan kepala kepala ular, melalui Perempuan akan datang sang penebus dosa "Yesus Kristus"


Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."


Melalui perempuan, jalur perdamaian antara Allah dan manusia yang rusak akibat dosa dipulihkan dengan lahirnya Yesus Kristus.


Kaum perempuan sejak semula diciptakan untuk menerima tugas mulia sebagai pemeliara pertumbuhan (keturunan/ chain of life). Peran sebagai ibu adalah hal yang menakjubkan. Ibu dapat melahirkan dan membesarkan anak-anak. Peran Perempuan sebagai ibu telah masuk ke dalam "rekan sekerja" dengan Bapa kita di Surga untuk memberikan kasih dan pendidikan kepada kepada anak-anakNya yang juga merupakan pewaris kerajaan Surga ini.


Anak-anak yang dikaruniakan adalah berkat dari surga. Dengan demikian seorang ibu melahirkan umat-umat Allah dan dalam pertumbuhan mereka di dunia ini, mereka ada dalam tanggung jawab seorang ibu. Bukankah ini tugas mulia?


Sebagai rekan kerja Allah Bapa disurga, perempuan mempunyai tugas khusus mendidik anak-anaknya sejak kecil :


Amsal 22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.


Pepatah bijak lainnya mengatakan, "Jika rantingnya bengkok, maka pohonnya pun menyusut"


Ajarlah anak-anak sejak mereka masih kecil, dan jangan pernah menyerah. Sepanjang mereka berada di rumah, biarkan mereka menjadi perhatian utama. Ajarlah mereka untuk mencari teman-teman yang baik. Mereka akan memiliki teman- teman yang baik dan tidak baik. Melalui pegaulan antar-teman mereka akan membuat perbedaan yang cepat dalam kehidupan mereka. Adalah penting agar mereka mengembangkan suatu sikap toleransi terhadap semua orang, tetapi yang lebih penting adalah mereka dapat berkumpul di sekitar orang- orang yang baik yang akan mendatangkan kebaikan bagi mereka. Kalau tidak mereka dapat tercemar oleh cara-cara teman mereka.


Ketika anak-anak beranjak remaja-dewasa, ini adalah hal yang cukup sulit bagi para orang tua untuk mendidik mereka, sebab ada banyak hal yang dianggap sebagai tren gaul, padahal dampaknya buruk sekali contohnya : pergaulan bebas, begadang, mentato tubuh, minuman keras, narkoba dan seks bebas dan sebagainya. Ajari mereka untuk menghormati tubuh mereka. Bahwa tubuh kita adalah Bait Allah yang kudus.


1 Korintus 3:16-17 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu"


Ajarlah mereka untuk menjadi manusia yang baik. Ajarlah remaja putra kita untuk menghormati remaja putri sebagai para putri Allah. Ajari para putri Anda untuk menghargai remaja putra, karena anak-anak lelaki yang memegang imamat, adalah anak-anak lelaki yang hendaknya dan harus menentang kejahatan- kejahatan yang dunia yang tidak berarti.


Ajarlah mereka untuk berdoa. Tidak seorang pun di antara kita cukup bijak untuk melakukannya sendiri. Kita memerlukan pertolongan, kebijaksanaan, bimbingan dari Roh Kudus dalam mengambil keputusan-keputusan yang amat penting dalam kehidupan kita. Tidak ada yang dapat menggantikan doa. Tidak ada sumber yang lebih besar dari kekuatan Tuhan.


Perempuan bersama Laki-laki tentunya (ayah-ibu) bersama-sama memegang sebuah mandat dari Tuhan untuk menyediakan pembelajaran terhadap anak-anak yang dilahirkan. Hal itu akan memberkati kehidupan mereka sekarang dan di tahun- tahun yang akan datang. Apabila kita semua melaksanakan tugas mulia ini maka kita dapat menyatakan dengan rasa syukur sebagaimana yang dilakukan Yohanes :


3 Yohanes 1:4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.


Source : artikel.sabda.org

Share: