Berisi Alkitab dan Renungan Harian Kristen

Rabu

KETAATAN SANG MESIAS

 “Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang”


Yesaya 50:5


Allah menghukum ketidaktaatan dengan mengusir Adan dan Hawa dari Taman Eden (Kej. 3:22-24). Dalam Perjanjian Lama, ketaatan merupakan dasar untuk mengalami berkat dan pertolongan Allah (Kel. 19:5; 24:1-8), dan Samuel menekankan bahwa kesukaan Allah ada dalam ketaatan dan bukan korban persembahan (1Sam. 15:22). Bahkan janji sebuah perjanjian baru (sebuah perjanjian yang lebih baik) menekankan ketaatan sebagai pemberian Allah (Yer. 31:33).


Dalam Perjanjian Baru, ketaatan Yesus Kristus pada Allah Bapa diekspresikan dalam Roma 5:19; Flp. 2:8; Ibr. 5:8. Dalam masa-masa kesakitan yang sangat saat itu, sebagaimana dosa dunia ditanggungkan pada Yesus Kristus, Dia menjadi “menjadi berdosa karena kita” (2Kor. 5:21). Sebagaimana Dia tunduk secara total kepada kehendak Bapa, hasilnya adalah ketaatan Dia sampai pada kematian untuk menggantikan. Ini adalah perendahan diri yang sangat dan peninggian sebagai Tuhan (Flp. 2). “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat. 26:39).


Konsekuensinya, orang Kristen dipanggil untuk taat dalam iman (Rm. 1:5; 16:26), juga taat pada Yesus Kristus (Yoh. 3:36; Ibr. 5:9), dan taat pada Injil Yesus Kristus yang memimpin pada keselamatan (Rm. 10:16; 1Ptr. 4:17).


RENUNGAN: Dalam Perjanjian Baru, ketaatan Yesus Kristus yang memimpin pada hidup dikontraskan pada ketidaktaatan Adam yang memimpin pada kematian.


DOA: Tuhan, terima kasih atas satu-satunya Anak-Mu yang tunggal yang mengalami murka dosa demi saya, sehingga keselamatan dimungkinkan bagi saya.


Source : renungan.org

Share: